konsep dasar geomorfologi dan aspek-aspeknya

Konsep dasar geomorfologi dan aspek-aspek geomorfologi

GEOMORFOLOGI

DI SUSUN
O
L
E
H

ALAN GANI ABDUH
471417034




     


  
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
  UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2018


A. KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Konsep dasar yang diuraikan dalam sub bab ini bersumber dari tulisan Thornbury (1954) yang akan disertai beberapa contoh kejadian atau fenomena yang terdapat di Indonesia. Konsep dasar ini dapat memberikan petunjuk pada kita tentang faktor-faktor pendukung dalam menginterpretasi bentanglahan. Konsep dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.  Proses-proses fisikal yang sama dan hukum-hukumnya yang bekerja sama sekarang, telah bekerja sepanjang masa geologi, meskipun dengan intensitas yang tidak sama dengan saat sekarang. Contohnya, pembentukan topografi karst di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dicirikan oleh sungai bawah tanah, dan proses pembentukan stalakmit dan stalaktit, yang masih aktif aktif hingga sekarang.
2.  Struktur geologi merupakan faktor kontrol dominan terhadap bentuk evolusi bentuk lahan dan tercermin pada bentuk lahannya. Contohnya, gawir sesar di pegunungan Batur Agung DIY dan Jawa Tengah yang tersusun oleh breksi vulkanik dan batu gamping menunjukan bentuk lahan yang tegas. Jenis batuan tersebut mungkin akan resisten terhadap suatu proses yang lain, akan tetapi di bawah pengaruh kondisi iklim yang berbeda-beda akan memberikan perbedaan tingkat resistensinya. Batu gamping pada daerah iklim tropis basah akan membentuk topografi karst, sedangkan pada daerah kering batu gamping resisten seperti batu pasir.
3.  Pada batas-batas tertentu permukaan bumi memiliki relief (timbulan), karena kerja proses geomorfik mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Contohnya, daerah yang mempunyai struktur dan litologi yang sama, daerah tersebut akan menunjukan perbedaan relief yang nyata.
4.  Proses-proses geomorfik itu akan meninggalkan bekas yang nyata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfik berkembang sesuai dengan karakteristik bentuklahan itu sendiriContohnya, di daerah Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, terdapat danau tapal kuda (oxbow lake) dari Sungai Serayu Lama, yang kemudian di sekitarnya diketemukan bentuklahan asosiasinya.
5. Oleh karena tenaga erosional yang bekerja dipermukaan bumi itu berbeda-beda maka akan terjadi suatu tingkatan perkembangan dari bentuk lahan. Contohnya, konsep ini dapat menunjukan tingkat erosi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi bentuklahan suatu daerah.
6.  Evolusi geomorfik yang kompleks itu lebih umum terjadi dibandingkan yang terjadi secara sederhana. Contohnya, banyak kenampakan bentuklahan individual yang terbentuk oleh beberapa proses geomorfologi, dan sangat jarang ditemukan bentuklahan yang dicirikan oleh suatu proses geomorfik saja, meskipun kita dapat menunjukan suatu proses yang dominan.
7.  Topografi muka bumi kebanyakan tidak lebih tua daripada kala pleistosen dan sedikit saja yang lebih tua dari pada zaman tertier. Contohnya Pegunungan Himalaya kemungkinan terlipat pertama kali pada kala kreataseous, kemudian pada kala erosen dan miosen. Kenampakan topografi dari Pegunungan Himalaya yang sekarang terbentuk pada kala pliosen dan topografinya yang lebih detil terbentuk pada kala pleistosen atau lebih muda.
8. Interpretasi yang tepat terhadap bentanglahan masa kini tidak dimungkinkan tanpa      penilaian yang mendalam tentang pengaruh perubahan geologi dan klimatologis yang berulang kali terjadi pada masa pleistosen.
9. Pengetahuan tentang iklim dunia perlu untuk memahami arti penting keanekaragaman proses geomorfik.
10.Geomorfologi meskipun lebih menekankan pada bentanglahan saat sekarang, akan memperoleh manfaat yang maksimum apabila disertai dengan pendekatan historis.

B. ASPEK-ASPEK GEOMORFOLOGI
       Selama sejarah perkembangan Geografi, dikenal dua objek kajian utama, yaitu: Geografi Fisik, yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) dengan penekanan pada bentuklahan (landform), dan Geografi Sosial, yang mendasarkan kepada objek bentang budaya (cultural landscape).

Dalam Geografi, dikaji fenomena geosfer melalui 3 (tiga) pendekatan, yaitu:
a.       Pendekatan keruangan
b.      Ekologi
c.       Kompleks wilayah
        Fenomena geosfer merupakan hasil dari interaksi faktor alam dan faktor manusia. Kenampakan fenomena geosfer pada hakekatnya ada 3 (tiga) paham utama, yaitu:
a.    Deterministik (faktor alam mempengaruhi kondisi manusia);
b.    Posibilistik (faktor manusia mempengaruhi alam);
c.    Probabilistik (faktor alam dan manusia sama-sama memberikan kemungkinan terbentuknya fenomena geosfer).

Aspek-aspek geomorfologi meliputi:
1.      Aspek Morfologi
a.       Morfografi adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kualitatif;
b.      Morfometri adalah suatu bentuk lahan yang dinyatakan dalam kuantitatif.

2.      Aspek Morfogenesis
       Menyangkut asal usul dari bentuk lahan. Morfogenesis terkait dengan tenaga dan proses geomorfologi.

3.    Aspek Morfoklonologis
      Membahas tentang urutan kejadian suatu lahan yang diwujudkan dalam bentuk peta.
4.   Aspek Morfosiasi
      Membahas tentang urutan kejadian antara satu bentuk lahan dengan bentuk lahan yang lain.



Asal usul bentuk lahan (genesis) yaitu:
1.   Bentuk lahan asal proses structural yaitu bentuk lahan yang diakibatkan oleh tenaga endogen terutama dengan struktur geologi;
a)  Lipatan;
b)  Patahan;
c)  Pengangkatan.

2.   Bentuk lahan asal proses vulkanik yaitu bentuklahan yang disebabkan oleh proses gunung api. Satuan bentuk lahannya, yaitu:
a)    Kawah yaitu suatu cekungan yang terbentuk oleh aktivitas dari magma;
b)    Lava field (medan lava) yaitu terjadi dari akibat pembekuan dari lava. Cirri-cirinya memiliki topografi yang halus,tekstur batuannya kasar;
c)    Medan lahar yaitu terbentuk dari pembekuan dari lahar;
d)    Kerucut gunung api yaitu terbentuk dari bagian puncak gunung api dan memiliki lereng yang terjal;
e)    Lereng atas yaitu bagian dari gunung api yang biasanya ditandai oleh lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi lumut;
f)    Lereng tengah yaitu terletak pada bagian tengah gunung api yang ditandai lereng yang sangat curam dan memiliki vegetasi bermacam-macam;
g)    Lereng bawah yaitu bagian gunung api yang dekat dengan kakinya yang ditandai dengan yang miring;
       h)    Lereng kaki yaitu bagian dari gunung api yang memiliki lereng yang landai;
i)     Dataran alluvial gunung api yaitu terbentuk dari material yang halus dan memiliki lereng yang datar (0 – 2%);
j)     Dataran antar gunung api yaitu ditandai oleh lereng yang datar dan memiliki 2 jenis batuan;
       k)    Sadle intermountain yaitu cekungan antar gunung api;
l)     Bocca yaitu suatu kubah yang terbentuk akibat aktivitas magma yang keluar dibagian samping/tengah;
m)   Dike yaitu aktivitas magma yang menyerupai tiang;
n)    Barranco yaitu lembah dari gunung api/ tempat lewatnya lahar piroklastik.

3.   Bentuk lahan asal proses denudasional merupakan bentuk lahan yang disebabkan oleh tenaga eksogen (pelapukan, erosi, sedimentasi, mass movement). Satuan bentuklahannya yaitu:
a)    Pegunungan denudasional terkikis
b)    Perbukitan denudasional terkikis
c)    Perbukitan terisolasi
d)    Peneplain
e)    Kerucut talus
f)    Pledmont
g)    Pediment
4.   Bentuk lahan asal proses fluvial yaitubentuklahan yang disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi. Bentukan lahannya adalah:
a)   Dataran alluvial yang memiliki ciri-ciri topografi yang datar 0 – 2%, batuannya alluvial, terjadi akibat proses pengendapan dan penggunaan lahan beraneka ragam;
b)   Tanggul alam (natural levee) yang memiliki topografi yang blebih tinggi, kualitas air yang sangat bagus karena berasal dari sedimen yang lebih kasar, terbentuk akibat proses luapan;
c)   Rawa belakang (back swamp) memiliki topografi yang yang cekung, daerahnya selalu tergenang air;
d)   Ledok fluvial;
e)   Point bar yaitu endapan yang terdapat pada bagian luar meander sungai;
f)   Channel bar yaitu pulau yang terdapat ditengah sungai yang terjadi karena adanya batuan yang menghambat;
g)   Oxbow lake;
h)   Crevasse-splays yaitu hasil luapan sungai;
i)    Kipas alluvial (Alluvial fan) yaitu terjadi pada mulut suatu jeram atau lembah pada suatu pegunungan yang berbatasan dengan daratan;
j)    Dataran banjir yaitu mempunyai topografi datar dan merupakan daerah yang sering tergenang air banjir dengan periode 1-2 tahun;
k)   Cekungan fluvial yaitu bagian terendah dari dataran banjir sungai, tersusun dari material sangat halus dari muatan suspense dengan tebal penimbunan sekitar 1 hingga 2 cm, untuk setiap peristiwa banjir;
l)    Teras alluvial yaitu bentuklahan yang dibatasi oleh dataran yang berlereng curam disuatu sisi dan lereng landai/datar disisi lain;
m)  Delta.

5.   Bentuk lahan asal proses marin yaitu bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya adalah:
a)   Platform
b)   Cliftf dan notch
c)   Spit,lidah gosong pasir laut
d)   Ledok antar beting pasir laut
e)   Hamparan lumpur, mudflat
f)   Dataran Gisik
g)   Beting gisik
h)   Tombolo
i)    Dataran alluvial pantai
j)    Teras marin
k)   Lagun


6.   Bentuk lahan asal proses solusional/karst yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh proses pelarutan. Bentuk lahannya terbagi 2 yaitu:
      a)   Bentuk lahan negative:
Ø  Doline adalah ledokan yang berbentuk corong pada batu gamping dengan diameter dari       beberapa meter hingga 1 Km dan kedalamannya dari beberapa meter hingga ratusan meter.
Ø  Uvala adalah ledokan tertutup yang luas yang terbentuk oleh gabungan dari beberapa doline.
Ø  Polje adalah ledokan tertutup yang luas dan memanjang didaerah topografi karst yang mempunyai dasar 1.  Doline adalah ledokan yang berbentuk corong pada batu gamping dengan diameter dari mendatar dan dinding terjal.
Ø  Blind Valley adalah satu lembah mendadak berakhir/ buntu dan sungai yang terdapat pada lembah tersebut menjadi lenyap dibawah tanah.
b)   Bentuk lahan positif:
Ø  Kygelkarst adalah bentuklahan yang didirikan oleh sejumlah bukit berbentuk kerucut yang kadang-kadang dipisahkan oleh cockpit.
Ø  Turmkarst yang terdiri atas perbukitan berlereng curam atau vertical yang menjulang tersendiri diantara dataran alluvial.
7.   Bentuk lahan asal proses aeolin (angin) yaitu bentuik lahan yang disebabkan oleh angin yang mengangkut material.
8.   Bentuk lahan asal proses organic yaitu bentuklahan yang diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup. Bentuk lahannya yaitu:
a)   Gambut;
b)   Rataan terumbu;
c)   Hutan bakau;
d)   Makhluk hidup yang membuat sarang.
9.   Bentuk lahan asal proses glacial yaitu bentuk lahan yang disebabkan oleh proses pencairan es. Bentuk lahannya yaitu:
a)   Moraine;
b)   Horn;
c)   Cirque;


d)   Firm


Komentar

Posting Komentar